Pemilik PLTS tentu berharap sistem yang terpasang mampu menghasilkan energi maksimal setiap tahun. Namun, di balik performa panel surya yang stabil, terdapat dua masalah teknis yang sering luput dari perhatian tetapi berdampak langsung pada profitabilitas PLTS: Light Induced Degradation (LID) dan Potential Induced Degradation (PID). Pemahaman yang tepat mengenai dua masalah ini sangat penting untuk menjaga output energi tetap tinggi dan umur sistem panjang.
📘Baca juga: Biaya Pasang PLTS di Surabaya

Apa Itu LID pada Panel Surya?
LID adalah penurunan performa panel surya yang terjadi ketika panel pertama kali terpapar cahaya matahari. Meski terdengar sederhana, dampaknya signifikan terhadap energi yang dihasilkan, terutama di tahun pertama operasional.
Data industri menunjukkan bahwa LID dapat menurunkan efisiensi panel sebesar 1% hingga 3% di tahun pertama tergantung kualitas silikon dan proses manufakturnya. Kerugian energi ini akan berdampak langsung pada nilai penghematan listrik yang diharapkan. Jika PLTS dirancang dengan margin efisiensi tipis, kehilangan ini menjadi sangat terasa.
Penyebab Utama LID
- Reaksi cahaya pada silikon tipe p
- Proses manufaktur yang tidak stabil
- Kualitas wafer yang rendah
- Tingkat doping boron yang tinggi
- Struktur sel yang rentan terhadap paparan iradiasi awal
Semakin kuat cahaya pertama yang diterima panel, semakin besar potensi degradasi yang terjadi pada tahap awal. Oleh karena itu, pemilihan panel berkualitas tinggi menjadi kunci untuk mengurangi dampak LID.
Dampak LID Terhadap Profit PLTS
Jika energi harian turun akibat LID, maka penghasilan atau penghematan dari PLTS juga ikut berkurang. Misalnya, sistem PLTS 100 kWp yang dirancang menghasilkan 140.000 kWh/tahun dapat kehilangan hingga 1.400 – 4.200 kWh hanya di tahun pertama akibat LID.
Dengan tarif listrik rata-rata Rp1.699/kWh, kerugian finansial ini mencapai:
| Dampak LID | Estimasi Kerugian Energi/Tahun | Estimasi Nilai Kerugian |
| 1% | 1.400 kWh | Rp2.378.600 |
| 2% | 2.800 kWh | Rp4.757.200 |
| 3% | 4.200 kWh | Rp7.135.800 |
Dari perhitungan tersebut terlihat jelas bahwa degradasi kecil di panel dapat berdampak besar terhadap profit PLTS.
Apa Itu PID pada Panel Surya?
Jika LID terjadi pada masa awal operasi, maka PID terjadi pada masa penggunaan jangka panjang. PID adalah degradasi performa panel akibat kebocoran arus yang disebabkan oleh perbedaan tegangan tinggi antara sel panel dan frame atau grounding.
Secara umum, PID dapat menurunkan output energi panel hingga 20% pada tahun-tahun operasional tertentu apabila tidak terdeteksi sejak dini. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dampak LID, sehingga ancamannya terhadap profit PLTS lebih besar.
Penyebab Umum PID
- Desain sistem grounding yang buruk
- Tegangan inverter terlalu tinggi
- Kualitas material isolasi panel rendah
- Struktur pemasangan di lingkungan lembap dan asin
- Kondisi debu dan kelembapan ekstrem
PID merupakan ancaman laten. Kerusakan dimulai dari sel, kemudian menyebar ke area module lainnya secara bertahap. Jika terlambat ditangani, penggantian panel menjadi opsi paling mahal.
Masalah LID dan PID panel dapat menyebabkan penurunan energi yang signifikan pada PLTS jika tidak terdeteksi sejak awal. Pemantauan performa sel secara berkala membantu memastikan degradasi tidak berkembang menjadi kerugian besar.
Dampak PID Terhadap Profit PLTS
Penurunan produksi energi akibat PID memberikan efek jangka panjang terhadap profitabilitas PLTS. Contoh nyata dapat dilihat pada sistem berkapasitas 500 kWp. Jika terjadi PID dan produksi turun 10% setiap tahun, maka energi hilang mencapai 60.000 – 80.000 kWh per tahun.
Dengan tarif listrik industrial rata-rata Rp1.400/kWh, potensi kerugian mencapai Rp84.000.000 – Rp112.000.000 per tahun. Jika kondisi ini tidak ditangani selama 5 tahun, kerugian dapat menyentuh miliaran rupiah.
Perbedaan LID dan PID Secara Singkat
Untuk mempermudah pemahaman, berikut tabel perbedaan karakteristik LID dan PID:
| Aspek Pembeda | LID | PID |
| Waktu Terjadi | Tahun pertama instalasi | Tahun berjalan (long-term) |
| Dampak Rata-rata | 1–3% penurunan | hingga 20% penurunan |
| Penyebab Umum | Reaksi cahaya silikon | Kebocoran arus listrik |
| Solusi Umum | Panel silikon berkualitas | Desain grounding dan inverter |
Strategi Mengatasi Risiko LID dan PID
Untuk menjaga profit PLTS tetap optimal, langkah pencegahan menjadi fokus utama. Berikut beberapa strategi penting:
- Gunakan panel surya tipe n untuk mengurangi dampak LID
- Pastikan sistem grounding dilakukan sesuai standar teknis
- Pilih inverter dengan tegangan stabil
- Rencanakan instalasi dengan memperhatikan kelembapan lingkungan
- Lakukan monitoring performa module secara berkala
- Gunakan pemasangan profesional sesuai kaidah teknis
Dengan strategi ini, risiko LID dan PID dapat ditekan di bawah angka toleransi produsen.
LID dan PID Adalah Masalah yang Bisa Dikendalikan
Pada akhirnya, LID dan PID bukanlah ancaman yang tidak bisa dicegah. Dengan desain teknis yang tepat, pemilihan komponen berkualitas, dan metode instalasi profesional, penurunan performa akibat LID maupun PID dapat diminimalkan. Dampaknya jelas: profit PLTS semakin maksimal dan umur sistem semakin panjang.
Apabila Anda ingin menghindari risiko kerugian energi akibat LID dan PID, pastikan PLTS direncanakan dan dipasang oleh tim ahli yang berpengalaman. Desain Renus dibangun untuk menjaga performa PLTS tetap stabil bertahun-tahun, bukan hanya di tahun pertama instalasi.
Konsultasikan langsung dengan Tim Renus agar dapat rekomendasi yang tepat!
Klik tombol dibawah ini untuk mendapatkan konsultasi gratis👇
