Baterai panel surya adalah tempat menyimpan kelebihan listrik dari panel surya di siang hari agar bisa dipakai saat sore, malam, atau ketika PLN padam. Untuk PLTS rumah, pilihan utamanya adalah baterai lithium (umur pakai hingga sekitar 10 tahun) atau baterai VRLA (harga awal lebih rendah, umur pakai sekitar 3 tahun). Kapasitas yang umum untuk rumah dengan PLTS 5.000 watt adalah 5,12 kWh, dan paket PLTS hybrid lengkap dengan baterai lithium di Renus mulai Rp 84 juta (harga material, belum termasuk biaya pemasangan).
Kenapa PLTS Rumah Sekarang Perlu Baterai?
Sejak berlakunya Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap, kelebihan listrik dari PLTS on-grid yang diekspor ke jaringan PLN tidak lagi diperhitungkan sebagai pengurang tagihan. Tanpa baterai, listrik surya yang tidak terpakai di siang hari praktis terbuang, padahal sebagian besar rumah justru paling banyak memakai listrik di sore dan malam hari.
Baterai mengubah hal itu:
- Listrik surya dipakai siang dan malam, sehingga porsi tagihan yang bisa dipangkas lebih besar.
- Cadangan saat PLN padam: beban penting seperti lampu, kulkas, router, dan pompa air tetap menyala.
- Tetap tersambung PLN pada sistem hybrid, jadi saat baterai habis atau cuaca mendung berhari-hari, PLN otomatis menjadi cadangan.
Sistem yang menggabungkan panel surya, baterai, dan PLN ini disebut PLTS hybrid. Masih menimbang genset sebagai cadangan listrik? Baca perbandingan PLTS hybrid vs genset untuk rumah.
Jenis Baterai Panel Surya: Lithium vs VRLA
| Baterai Lithium | Baterai VRLA (aki kering) | |
|---|---|---|
| Harga awal | Lebih tinggi | Lebih terjangkau |
| Garansi pada paket Renus | 5 tahun | 1 tahun |
| Umur pakai | Hingga ± 10 tahun | ± 3 tahun |
| Kapasitas yang aman dipakai | Sebagian besar kapasitas (umumnya 80–90%) | Lebih terbatas (umumnya sekitar 50%) agar tidak cepat rusak |
| Ukuran & bobot | Ringkas, lebih ringan | Lebih besar dan berat untuk kapasitas yang sama |
| Perawatan | Dipantau otomatis oleh BMS (battery management system) | Perlu pengecekan berkala |
| Cocok untuk | Pemakaian harian, PLTS hybrid rumah dan usaha | Anggaran awal terbatas, beban kecil, PLTS off-grid sederhana |
Untuk pemakaian setiap hari, baterai lithium umumnya lebih hemat dalam jangka panjang: dalam 10 tahun, baterai VRLA bisa perlu diganti beberapa kali. Itulah sebabnya semua paket PLTS hybrid Renus memakai baterai lithium.
Cara Menghitung Kapasitas Baterai yang Dibutuhkan
Kapasitas baterai dinyatakan dalam kWh (kilowatt-jam), bukan watt. Rumus sederhananya:
Kapasitas baterai (kWh) ≈ beban malam (W) × lama pemakaian (jam) ÷ 1.000 ÷ batas aman pengosongan
| Contoh beban malam | Lama pemakaian | Energi dibutuhkan | Kapasitas lithium yang disarankan |
|---|---|---|---|
| 500 W (lampu, kulkas, TV, router, kipas) | 8 jam | 4 kWh | 5,12 kWh |
| 1.000 W (ditambah 1 AC hemat energi) | 8 jam | 8 kWh | 10,24 kWh |
Contoh di atas memakai asumsi batas aman pengosongan sekitar 90% untuk baterai lithium. Angka sebenarnya bergantung pada spesifikasi baterai, efisiensi inverter, dan beban yang dicadangkan. Cara paling akurat adalah menghitung dari tagihan listrik dan daftar peralatan yang menyala di malam hari.
Ingat juga bahwa baterai 5 kWh tidak berarti bisa menyalakan beban 5 kW semalaman: 5 kWh ÷ 5 kW hanya sekitar satu jam. Penjelasan lebih lengkap tentang pemakaian malam ada di artikel apakah PLTS bisa dipakai 24 jam.
Baterai untuk Panel Surya 5000 Watt
Untuk PLTS 5.000 watt di rumah, kapasitas baterai lithium 5,12 kWh adalah titik awal yang paling umum: cukup untuk beban malam ringan sampai menengah dan cadangan saat PLN padam. Jika pemakaian malam lebih besar (misalnya AC menyala sepanjang malam), pertimbangkan paket 8.000 W dengan baterai 10,24 kWh.
Rincian paket, simulasi penghematan, dan perbandingan on-grid vs hybrid untuk kapasitas ini ada di halaman harga & biaya pasang panel surya 5000 watt.
Harga Paket PLTS dengan Baterai 2026
Renus menjual baterai sebagai bagian dari paket PLTS lengkap, agar baterai, inverter, dan panel surya dirancang saling cocok. Harga di bawah adalah harga material (update Agustus 2026) dan belum termasuk biaya pemasangan, yang dihitung setelah survei lokasi.
PLTS Hybrid + Baterai Lithium (tersambung PLN)
| Paket | Sistem | Panel Surya | Baterai Lithium | Harga Material |
|---|---|---|---|---|
| 5.000 W | 1 phase | 5.580 Wp | 5,12 kWh | Rp 84 juta |
| 6.000 W | 1 phase | 6.200 Wp | 5,12 kWh | Rp 98 juta |
| 8.000 W | 1 phase | 8.680 Wp | 10,24 kWh | Rp 131 juta |
| 10.000 W | 3 phase | 11.160 Wp | 10,24 kWh | Rp 159 juta |
| 12.000 W | 3 phase | 12.400 Wp | 10,24 kWh | Rp 174 juta |
| 20.000 W | 3 phase | 22.320 Wp | 20,48 kWh | Rp 287 juta |
Setiap paket hybrid sudah termasuk inverter hybrid, box proteksi ACDB + baterai, aluminium mounting, kabel AC, kabel PV, dan kabel baterai. Detail lengkap dan estimasi penghematan per paket: paket PLTS hybrid 2026. Perbandingan dengan harga panel surya satuan ada di daftar harga panel surya 2026.
PLTS Off-Grid (tanpa PLN)
| Paket | Jenis Baterai | Kapasitas Baterai | Harga Material |
|---|---|---|---|
| 1.000 W | VRLA | 1,2 kWh | Rp 23 juta |
| 2.000 W | VRLA | 2,4 kWh | Rp 36 juta |
| 3.000 W | VRLA | 4,8 kWh | Rp 49 juta |
| 5.000 W | VRLA | 4,8 kWh | Rp 65 juta |
| 5.000 W | Lithium | 5,12 kWh | Rp 77 juta |
| 10.000 W | Lithium | 10,24 kWh | Rp 138 juta |
Paket off-grid cocok untuk lokasi tanpa atau minim PLN. Detailnya ada di halaman paket PLTS off-grid.
Garansi dan Umur Pakai Baterai
- Baterai lithium: garansi 5 tahun, umur pakai hingga sekitar 10 tahun.
- Baterai VRLA: garansi 1 tahun, umur pakai sekitar 3 tahun.
- Inverter hybrid: garansi 5 tahun, umur pakai hingga sekitar 10 tahun.
- Panel surya: garansi 15 tahun, umur pakai hingga 25 tahun.
Umur pakai aktual dipengaruhi oleh seberapa dalam baterai dikosongkan setiap hari, suhu ruangan, dan pengaturan inverter.
Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Baterai PLTS
- Kapasitas yang dapat dipakai, bukan hanya kapasitas total di label.
- Kecocokan dengan inverter: baterai dan inverter harus bisa berkomunikasi dan diatur bersama. Lihat cara memilih inverter hybrid.
- Daya keluaran: apakah baterai dan inverter mampu menanggung beban yang menyala bersamaan, misalnya pompa air dan AC.
- Beban yang dicadangkan: sebagian sistem hanya mem-backup sirkuit tertentu, bukan seluruh rumah.
- Lokasi pemasangan: tempat teduh, kering, dan berventilasi baik.
- Garansi tertulis dan layanan purnajual dari pemasang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga baterai panel surya untuk rumah?
Di Renus, baterai dijual dalam paket PLTS lengkap. Paket hybrid dengan baterai lithium 5,12 kWh mulai Rp 84 juta (harga material, sudah termasuk panel surya 5.580 Wp dan inverter hybrid 5 kW). Untuk anggaran lebih ringan, paket off-grid dengan baterai VRLA mulai Rp 23 juta. Biaya pemasangan dihitung setelah survei.
Berapa lama baterai panel surya bisa menyala?
Tergantung kapasitas baterai dan beban. Sebagai gambaran, baterai lithium 5,12 kWh dapat menyuplai beban rata-rata 500 W selama kurang lebih 8–9 jam bila dipakai hingga batas aman pengosongannya.
Apakah baterai bisa dipasang di PLTS on-grid yang sudah ada?
PLTS on-grid biasa memakai inverter on-grid yang tidak dirancang untuk mengelola baterai. Menambahkan baterai membutuhkan perangkat yang kompatibel, dan kelayakannya bergantung pada sistem yang sudah terpasang. Kirim foto inverter dan panel listrik Anda agar tim kami bisa memberi gambaran pilihannya.
Apakah kapasitas baterai bisa ditambah nanti?
Pada banyak sistem hybrid, kapasitas baterai bisa diperbesar di kemudian hari selama inverter dan tipe baterainya mendukung. Sampaikan rencana ini sejak awal agar desain sistem disiapkan untuk penambahan baterai.
Lebih baik baterai lithium atau VRLA?
Untuk pemakaian harian dan sistem hybrid, lithium lebih unggul karena umur pakainya jauh lebih panjang dan kapasitasnya bisa dipakai lebih banyak. VRLA masuk akal untuk beban kecil atau anggaran awal yang terbatas.
Konsultasi Gratis
Kirim foto tagihan listrik dan daftar peralatan yang menyala di malam hari. Tim kami akan menghitung kapasitas baterai dan paket PLTS yang tepat untuk rumah Anda:
Chat WhatsApp 0814-1225-0644 (melayani Surabaya, Jabodetabek, dan seluruh Indonesia)
PT Renus Global Indonesia bersertifikat ISO 9001:2015 dan badan usaha ESDM DJK, dengan kantor di Surabaya dan Bekasi.
